Selasa, 29 Mei 2012

Indahnya Gunung Kelud yang Minim Sampah


Sudah lama saya ingin ke Gunung Kelud, satu-satunya tempat wisata alam di Jawa Timur yang malah belum pernah saya kunjungi. Kesempatan berkunjung ke Gunung Kelud akhirnya terwujud ketika saya bersama teman-teman komunitas motor melakukan petualangan ke gunung yang lagi diperebutkan oleh Kabupaten Kediri dan Blitar itu. Kami memilih perjalanan lewat Ngantang, Kabupaten Malang dengan kombinasi jalan aspal dan offroad yang lewat perkebunan Satak.

Begitu kami memasuki jalan aspal sekitar 5 km dari Gunung Kelud, saya sudah kagum dengan jalan aspalnya yang mulus dan cukup lebar. Sangat jarang tempat wisata alam yang jalannya mulus seperti ke arah Gunung Kelud ini. Begitu sampai di pelataran parkir Gunung Kelud, saya semakin kagum, bukan sekedar karena keindahan alamnya, namun karena di tempat wisata ini sangat minim sampah plastik!

Sejauh ini saya melihat tempat wisata alam selalu dipenuhi dengan sampah plastik, mulai dari bungkus makanan hingga botol minuman kemasan. Sudah jamak ada s sampah plasktik di tempat wisata alam di negeri saya tercinta ini. Hemmm tapi ternyata di Gunung Kelud tidak ada banyak sampah plastik. Bahkan di lahan parkir motor terlihat bersih. Sangat sedap dipandang mata, apalagi dikombinasikan dengan pemandangan alamnya yang indah. Semakin terasa nyaman.

Saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa tempat wisata di Gunung Kelud bisa bersih dari sampah? Apakah kesadarannya pengunjungnya sudah sedemikian tingginya, sehingga mereka merasa “haram” membuang sampah sembarangan? Rasa penasaran di benak kepala saya terjawab ketika saya melihat ada petugas yang secara rutin keliling untuk mengambil sampah! Luar biasa, ini baru pengelolaan wisata alam yang benar!

Pengelola wajib menjaga kebersihan dan keindahan alam, karena kalau mengandalkan kesadaran pengunjung saja pasti akan sangat sulit. Soalnya seperti sudah menjadi kebiasan kebanyakan orang bahwa membuang sampah plastik disembarang tempat itu bukanlah aib. Padahal bagi saya membuang sampah semabrangan itu adalah salah satu ciri perliku yang tidak beradab.

Terganggu Suara Musik

Urusan sampah, Gunung Kelud patut diacungi jempol. Tempatnya memang bersih karena ada petugas yang selalu keliling untuk memunggut sampah yang dibuang oleh pengunjung yang tidak punya etika. Namun sayangnya keindahan Gunung Kelud itu “ternodai” dengan hentakan musik yang mengalun keras lewat sound system yang sepertinya sengaja dipasang oleh pengelola. Udara Gunung Kelud yang sejuk dan asrinya pemandangan seperti tercabik-cabik dengan suara keras musik itu. Ini sangat mengganggu sekali.

Kenapa kebanyakan tempat wisata alam (di Jawa) itu selalu ada suara musik yang keras? Bukankah kita pergi ke alam karena memang mau menikmati keindahan, keasrian dan ‘kesunyian’ alam? Kalau untuk mendengarkan musik atau sekedar berjoget, mending dilakukan saja di cafĂ© atau di dalam kamar. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke gunung.

Akan asyik sekali jika di tempat wisata alam yang kita dengar adalah suara kicauan burung yang terbang bebas di alam, gemercik air sungai yang menyejukan hati atau hembusan angin yang bikin hati damai. Tapi sayangnya di banyak tempat wiasta alam seperti yang di Gunung Kelud itu justru kami ‘dipaksa’ untuk mendengar musik modern, bukan orkesta alam yang dimainkan oleh burung, angin, air dan binatang liar. Saya merindukan tempat wisata alam yang bersih seperti Gunung Kelud, tetapi tanpa musik!