Selasa, 26 November 2013

Memacu Adrenalin di Atas Pohon Sambil Melihat Tupai Terbang di Bukit Bangkirai

Tidak banyak orang yang tahu kalau di dekat Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ada atraksi wisata alam yang luar biasa menarik, yang memacu adrenalin karena kita akan jalan-jalan di atas kanopi hutan setinggi 30 meter. Nama tempat itu adalah Bukit Bangkirai yang bisa ditempuh selama 2,5 jam dari Samarinda dengan mobil. Bahkan ketika saya bertanya ke sejumlah masyarakat di Kota Samarinda, banyak dari mereka yang tidak tahu tempat wisata alam itu.

Di bulan November 2013 bersamaan dengan kampanye ProFauna di Samarinda, saya menyempatkan diri berkunjung ke tempat itu setelah sebelumnya diberitahu oleh sahabat saya Rustam Fahmi, yang juga seorang aktivis ProFauna di Kaltim itu. Dari KotaSamarinda itu lewat jalan propinsi menuju arah Balikpapan. Setelah melewati Samboja, ada pertigaan kecil, ambil arah belok ke kanan. Dari pertigaan itu, jalanan banyak kelokan dan jalanan aspal tidaklah terlalu mulus, tapi masih bisa dilalui mobil dengan penggerak roda 2WD.

Bukit Bangkirai yang didominas pohon bangkirai alias meranti itu diresmikan oleh Menteri Kehutanan pada tanggal 14 Maret 1998 dengan luas 510 hektar yang dikelola oleh Inhutani. Bukit Bangkirai menyimpan kekayaan yang lumayan besar, tercatat ada 113 jenis burung, 24 anggrek 3000 jenis jamur dan 13 jenis rotan. Secara keseluruhan tercatat ada 2800 jenis flora dan fauna yang menghuni Bukit Bangkirai itu.

Selain kekayaan flora dan fauna, hal yang paling menarik di Bukit Bangkirai adalah canopy bridge, jembatan di atas kanopi pohon setinggi 30 meter. Jembatan yang mengandalkan kekuatan kawat baja seling itu digantung di pohon bangkirai yang menjulang tinggi. Untuk naik menuju jembatan itu, pengunjung harus ngos-ngosan dulu meniti anak tangga yang melingkari pohon yang jadi tiang utama jembatan.

Awalnya saya agak ragu untuk meniti jembatan yang bergoyang-goyang itu, maklum saya agak kurang suka ketinggian. Namun begitu melihat keindahan alam dari atas jembatan itu, rasa grogi langsung sirna. Saya langsung dengan antuasias membidikan berulang kali kamera saya ke berbagai obyek yang terpampang begitu mempesona di hadapan saya. Terlihat hamparan hijau yang tersusun dari ribuan kanopi pohon.
Dengan posisi saya yang berada di atas kanopi pohon itu saya membatin dalam hati, hemm ini pasti asyik untuk mengamati burung di pagi atau sore hri. Sayang saya waktu itu datangnya sudah siang, jadi tidak banyak burung yang bisa diamati. Menurut petugas Bukit Bangkirai, di tempat ini sangatlah mudah untuk melihat burung enggang dan tupai terbang. Satwa liar lainnya yang ada di Bukit Bangkirai antara lain beruang mau, macan dahan dan rusa.

Beruntung waktu itu saya sempat melihat tupai terbang yang lagi asyik bertengger di salah satu dahan di pohon bangkirai. Indah sekali. Tapi hemmm sayang seribu sayang, saya tidak membawa lensa kamera yang panjang, jadinya saya hanya bisa gigit jari melihat satwa dilindungi itu yang sepertinya sebetulnya menunggu untuk diabadikan di lensa kamera! Menyesal rasanya saya tidak bawa kamera tele panjang!

Bukit Bangkirai dengan atraksi canopy bridge-nya itu luar biasa sekali menariknya, apalagi biaya masuknya murah sekali, hanya Rp 20.000 per orang. Tapi pengunjung di tepat wisata ini sangatlah sedikit, rata-rata hanya 60 orang per bulan. Sebuah angka yang sedikit sekali dibandingkan dengan keelokan alam yang ditawarkan. Saya bergumam, kalau saja ini ada di Jawa, pastilah akan ramai sekali pengunjungnya.

Pengunjung yang hobby trekking di tengah hutan juga akan dimanjakan di bukit ini, karena ada banyak jalur trekking yang sudah diberi tanda, jadi tidak perlu takut tersesat. Untuk yang mau camping juga tersedia camping ground di tengah hutan. Semuanya aman, karena ada petugas yang mengawasinya.

Untuk yang ogah camping, bisa menginap di cottage yang tersedia di pintu masuk Bukit Bangkirai. Ada 5 cottage yang ditawarkan seharga Rp 500.000 per cottage yang berisi dua kamar. Harga yang relatif murah, mengingat lokasinya berada di “pedalaman”. Yang doyan makan, jangan kuatir di kawasan Bukit Bangkirai ini juga tersedia warung makan dan minuman dengan harga yang bersahabat.


Untuk anda yang hoby petualangan, Bukit Bangkirai wajib anda kunjungi jika sedang bepergian ke Balikpapan atau Samarinda. Sayangnya beredar kabar yang kurang sedap, kabarnya izin pengelolaan wisata alam Bukit Bangkirai tidak akan diperpanjang lagi karena akan ada eksplorasi tambang batu bara! Huhh!