Selasa, 31 Mei 2016

Alam Sekitar P-WEC, Surganya Penggemar Trekking

Sejak dulu hingga sekarang hobby saya adalah jalan-jalan ke alam alias trekking. Sudah banyak tempat yang saya jelajahi mulai dari hutan di pegunungan Arfak, Papua, hinga belantara Gunung Leuser di Aceh. Meskipun sekarang harus jalan lebih 'ngoyoh' dibandingkan 20 tahun yang lalu, tapi tetap saja ini menjadi salah satu hobby utama saya selain motoadventure dan kegiatan konservasi alam.

Meskipun saya sudah berkeliling ke banyak tempat di Indonesia, ketika saya harus berdiam di Malang, maka jalur favorit saya dan keluaga untuk memuaskan dahaga akan jalan-jalan ke alam adalah seputar P-WEC (www.p-wec.org).

Kenapa seputar P-WEC menjadi favorit kami? Karena jalur trekking-nya beragam, mulai dari pertanian, perkebunan jeruk, perbukitan, gunung, hutan pinus, hutan alami, sungai hingga air terjun. Yang lebih asyik lagi, jalurnya tidaklah terlalu ekstrim, sehingga seringkali anak-anak saya juga turut serta.

Ini beberapa foto jalur trekking seputar P-WEC:



Kamis, 19 Mei 2016

Karena Kata Peduli Saja Tidak Cukup

Soal pelestarian hutan, tidak cukup kita hanya mengucapkan kata peduli. Karena kalau sekedar terucap di bibir, ada banyak jutaan orang bisa. Atau kalau sekedar menulis kata, "aku peduli hutan Indonesia, ayo kita lestarikan" di status Facebook atau media sosial lainnya, banyak juga orang yang bisa. Anak saya juga bisa.

Akan menjadi langkah yang hebat ketika kata peduli itu naik tingkat menjadi sebuah aksi. Ahh saya susah ikut melakukan aksi langsung dalam menyelamatkan hutan, karena saya sibuk kerja, kuliah padat, tidak ada waktu, dan sederet alasan lainnya.

Kalau tidak bisa aksi langsung, di atas "kepedulian" itu ada tahapan lain lagi, yaitu berdonasi. Mungkin anda akan menjawab, "ah saya tidak punya uang untuk donasi".

Betulkah anda tidak punya uang? Berapa ratus ribu uang yang anda habiskan untuk sekedar jajan atau hang out? Atau berapa banyak duit yang anda keluarkan untuk hobby anda katakanlah shoping? Saya juga yakin anda menghabiskan lebih dari Rp 100.000 per bulan untuk mengisi pulsa demi memuaskan 'nafsu" eksis di media sosial.

Atau untuk anda yang merokok, berapa ratus ribu tiap bulan anda 'bakar" uang anda?

Masih mau bilang bahwa anda tidak punya uang?

Semua itu bersifat relatif. Yang terpenting adalah niat untuk donasi, karena kalau tidak niat maka angka Rp 100.000 pun akan terasa berat, akan terasa seperti Rp 10 juta.

Ketika bicara tentang donasi, jangan diasumsikan ini harus bernilai jutaan rupiah. Bukan, tapi bisa saja mulai dari Rp 100 ribu. Yang terpenting anda tulus dan ikhlas.

Ok, sekarang sudah mau donasi? Syukurlah, mulailah dari donasi untuk Hutan Lindung Wehea di Kalimantan Timur, karena saya sedang menggalang dana untuk memastikan ada Ranger yang menjaga hutan itu.

Cara donasinya mudah, tinggal klik link ini dan ikuti intruksi yang ada: https://kitabisa.com/hutanwehea

Terima kasih, anda sudah pada level yang lebih tinggi, tidak sekedar peduli saja!