Kamis, 09 Juni 2016

Coban Parangtejo, Air Terjun yang Tidak Tersembunyi Lagi

Tahun 2000-an pertama kalinya saya berkunjung ke Coban Parangtejo yang berada di Kecamatan Dau, Kabupten Malang. Waktu itu, jalannya masih tanah dan untuk menuju lokasi Coban yang air terjun itu harus ekstra hati-hatu karena jalannya rawan longsor. Lokasinya yang ‘nyempil’ alias agak terpencil itu membuat Parangtejo tidak banyak dikenal orang, bahkan oleh mayarakat yang ada di Kecamatan Dau.

Bulan Mei 2016, saya memandu tim Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) untuk survey ke Coban Parangtejo. Dari P-WEC, air terjun ini berjarak sekitar 7 km dan ditempuh selama 30 menit dengan kendaraan bermotor.

Sepanjang jalan dari P-WEC menuju Coban Parangtejo itu kami meintasi perkebunan jeruk. Ini sangat cocok yang gemar agrowisata, karena bisa langsung petik jeruk di kebun, tentunya setelah membayar.

Jalan menuju coban Parangtejo dari arah P-WEC itu jalanan aspal mulus. Hanya ada jalan tanah sekitar 500 meter sebelum sampai lokasi parkiran Coban Parangtejo.

Dari lokasi parkir yang tidak ada penjaganya (hati-hati dengan helm anda jika membawa sepeda motor), dilanjutkan jalan kaki selama 20 menit menuju lokasi air terjun. Jalanannya sempit, dengan sebelah kiri jurang menganga dan sebelah kanan lereng bukit yang ditanami aneka sayur oleh petani.

Jalan single track menuju air terjun tidaklah terlalu curam turunannya, sehinga pada waktu baliknya tidaklah terlalu menguras energi. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan lereng curam yang ‘dipaksa’ ditanami sayur padahal ini rawan longsor. Seharusnya lereng curam tu ditanami tanaman kayu keras yang bisa menghambat proses longsor selain juga akan tampak lebih indah sebagai sebuah daerah tujuan wisata alam.

Setelah dua puluh menit jalan santai, kami akhirnya tiba di depan Coban Parangtejo. Tobi, staf P-WEC yang ikut spontan berteriak, “wow keren sekali air terjunnya!”.

Coban Parangtejo ini cocok untuk anda yang hobi fun rekking dan wisata alam. Lokasinya yang dulu sulit terjangkau dan tersembunyi, kini sudah bisa diakses oleh kendaraan jenis apapun. Tetapi jika di musim hujan, di 500 meter terakhir sebelum tempat parkir itu jalannya masih tanah, jadi sangat licin untuk kendaraan bermotor.


Untuk anda yang berasal dari luar kota Malang, jika ragu, bisa juga minta pandu tim P-WEC (www.p-wec.org), sekalian paket agrowisata petik jeruknya. Apalagi di P-WEC juga sudah menyediakan penginapan yang pas di kantong para petualang.