Kamis, 14 Juli 2016

Kawah Wurung, Bikin Hati Tidak Murung

Jika mau berwisata ke Kawah Ijen di Banyuwangi yang terkenal itu, tidak ada salahnya jika juga berkunjung ke Kawah Wurung yang tidak jauh dari Kawah Ijen. Kawah Wurung memang belum setenar Kawah Ijen yang sudah mendunia, namun keindahan alamnya setidaknya bisa membuat hati yang murung menjadi ceria kembali.

Kawah Wurung adalah obyek wisata alam yang relatif baru dibuka untuk wisatawan. Lokasinya berada di Desa Jampit, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Jika hendak menuju Kawah Ijen dari arah Kota Bondowoso, maka sebelum Paltuding yang jadi titik awal pendakian ke Kawah Ijen itu lokasi Kawah Wurung sebelum Paltuding. Ada papan petunjuk arah belok kanan.

Dari papan petunjuk arah itu, jalanan menuju Kawah Wurung berupa tanah. Jalannya cukup lebar, sehingga bisa dilalui mobil, bahkan oleh mobil sebesar Isuzu Elf. Hanya saja di beberapa titik, terutama ketika mendekati Kawah Wurung itu jalannya rusak parah, penuh dengan batu lepas, sehingga mobil yang bukan 4 X 4 harus extra hati-hati.

Keindahan alam Kawah Wurung yang berada di ketinggian sekitar 1500 dpl itu adalah berupa perbukitan dan padang rumput di dataran tinggi. Kalau anda pernah ke Gunung Bromo dari arah Tumpang, Malang, maka seperti itulah pemandangan alam di Kawah Wurung.

Bedanya dengan Bromo, udara di Kawah Wurung tidak sedingin di Bromo. Udaranya terasa sejuk, tidak dingin mengggigit, sehingga terasa nyaman. Karena udaranya tidak terlalu dingin itulah membuat kita betah berjam-jam duduk di atas rerumputan sambil menikmati keindahan alam dan menyeruput teh panas.

Hal lain yang membedakan dengan Bromo, tiket masuk ke Kawah Wurung terhitung murah meriah, hanya Rp 5000. Coba bandingkan dengan tiket masuk kawasan Bromo yang sudah menginjak angka diatas Rp 30.000.

Di sekitar Kawah Wurung ada juga beberapa penginapan. Kalau saya merekomendasikan di Catimor homestay yang berjarak sekitar 7 km dari Kawah Wuruh. Penginapan yang dibangun sejak zaman Belanda itu suasananya tenang dengan udara yang sejuk. Harganya juga relatif terjangkau, mulai dari Rp 150.000 per kamar.

Tentang Catimor Homestay, silahkan lihat catatan saya di link berikut: http://roseknursahid.blogspot.co.id/2015/02/catimor-home-stay-tempat-singgah.html

Pada bulan Juli 2016, saya dan keluarga berpetualang ke Kawah Wurung dan sekitarnya. Karena jalannya banyak medan offroad, kami memutuskan membawa sepeda motor trail saja. Dari Kota Malang, motor trail itu kami naikan ke atas mobil doble cabin kesayangan menuju Catimor. Dari Catimor kami memulai family adventure dengan menunggang kuda besi, ini dia beberapa fotonya:


2 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.