Selasa, 02 Januari 2018

Apa yang Kamu Cari di PROFAUNA?

Bulan Desember 2017 PROFAUNA Indonesia tepat berusia 23 tahun, sebuah usia yang cukup dewasa bagi sebuah organisasi lingkungan. Kedewasaan itu yang juga membuat PROFAUNA melakukan banyak perubahan kebijakan dalam tiga tahun terakhir ini.

Salah satu kebijakan yang banyak berubah adalah terkait Suporter PROFAUNA, sebutan untuk relawan resmi PROFAUNA. Pada era tahun 1994-1999 adalah masa perjuangan PROFAUNA untuk mencari dukungan masyarakat. Waktu itu saya harus keliling dari kampus satu ke kampus lainnya untuk menebar pesona ke mahasiswa agar mau gabung PROFAUNA yang waktu itu masih bernama Konservasi Satwa Bagi Kehidupan.

Tahun 2000-2005 adalah masa puncak penambahan suporter PROFAUNA secara spektakuler. Waktu itu tercatat ada sekitar 500.000 orang yang menjadii Suporter PROFAUNA. Sebuah angka yang fantastis untuk organisasi Indonesia yang bergerak dibidang perlindungan satwa liar dan habitatnya.

Kenapa pada waktu itu begitu banyak yang mendaftar jadi Suporter PROFAUNA? Karena pendaftarannya waktu itu sempat gratis alias tidak membayar. Ternyata di negeri ini, apapun yang bernilai gratis itu akan diserbu peminat.

Memasuki tahun 2005 hingga 2013, untuk menjadi suporter PROFAUNA dikenakan biaya donasi. Mulai dari awlanya Rp 50.000 per tahun, hingga menjadi Rp 100.000. Ini lumayan menjadi filter untuk orang yang mendaftar jadi suporter PROFAUNA.

Pada tahun 2014 PROFAUNA memasuki babak baru. Selain logonya berganti, PROFAUNA juga memutuskan untuk tidak lagi mengejar jumlah atau kuantitas Suporter, namun lebih ke kualitasnya.

Prinsip bahwa lebih baik jumlahnya sedikit, namun berkualitas dan punya loyalitas tinggi menjadi spirit baru dalam pengelolaan Suporter PROFAUNA. Untuk apa punya ribuan suporter namun tidak ada kontribusinya sama sekali ke organisasi?

Dalam diskusi dengan beberapa aktivis PROFAUNA di akhir tahun 2017, saya melontarkan pertanyaan, “kenapa kamu gabung PROFAUNA, apa yang kamu cari?”

Ternyata setelah didiskusikan dan dianalisa, ada beragam alasan seseorang itu gabung jadi Suporter PROFAUNA. Saya rangkum sedikitnya ada 10 alasan yaitu:
  1. Ingin tambah teman
  2. Ingin dapat sertifikat yang bisa dipakai untuk mencari beasiswa kuliah ke luar negeri
  3. Diajak teman/pacar/keluarga alias ikut-ikutan
  4. Tugas kuliah
  5. Ikut trend peduli alam biar keren
  6. Ingin tahu PROFAUNA
  7. Cari peluang kerja
  8. Cari pengalaman
  9. Peduli
  10. Panggilan hati
Jika kamu gabung PROFAUNA karena alasan nomor 1 hingga 4, pastilah tidak akan bertahan lama. Begitu keinginanmu tercapai, kamu akan meninggalkan PROFAUNA begitu saja tanpa ada perasaan apapun.

Ciri orang yang ikut PROFAUNA karena alasan nomor 1 hingga 4 itu adalah mereka setelah mendaftar jadi Suporter PROFAUNA itu akan bersifat pasif. Bahkan menjawab pesan di WA atau email dari PROFAUNA-pun sudah enggan.

Jika kamu gabung PROFAUNA karena alasan nomor 5 hingga 8. Biasanya akan bertahan lebih lama di PROFAUNA. Mereka masih mau aktif dalam jangka waktu tertentu. Tetapi biasanya jika sudah selesai kuliah (untuk yang mahasiswa) atau sudah menikah (untuk yang bujang) itu mereka sudah tidak mau lagi aktif di PROFAUNA. 

Kalau mendaftar karena alasan nomor 9 dan 10 itu biasanya akan bertahan lama sekali, bertahun-tahun. Perubahan status pendidikan, pekerjaan atau pernikahan tidak akan membuat mereka meninggalkan PROFAUNA.

Yang spesial itu memang yang nomor 10. Orang yang masuk golongan nomor 10 ini merasa tidak cukup hanya peduli, tetapi mau ikut melakukan aksi untuk PROFAUNA tanpa pamrih. Aksi itu bisa dalam bentuk menjadi relawan dalam kegiatan PROFAUNA, jadi pengurus PROFAUNA secarasukarela, memberikan donasi atau rajn membeli merchandise PROFAUNA.

Ada dua pertanyaan mendasar untuk mengukur apakah kamu itu masuk kategori nomor 9 dan 10, yaitu:
  1. Kalau kamu punya waktu (bohong besar kalau dalam 1 tahun kamu tidak punya waktu luang), apakah kamu selalu siap membantu secara fisik kegiatan PROFAUNA secara sukarela?
  2. Kalau kamu sudah punya penghasilan tetap, apakah kamu mau memberikan donasi ke PROFAUNA?
Jika dua petanyaan di atas jawabannya adalah TIDAK, maka maaf memang kamu masih masuk dalam ketegori nomor 1 hingga 8. Dan saya yakin tidak lama lagi kamu juga sudah akan melupakan PROFAUNA.

Saya akan lebih bahagia jika punya 1 orang yang punya loyaltas dan kepedulian tinggi, daripada 1000 orang yang hanya sekedar terdaftar tapi tidak pernah memberikan apapun ke organisasi.

Jangan bertanya apa yang diberikan PROFAUNA? Tetapi bertanyalah kepada hati nuranimu, apa yang telah engkau berikan ke PROFAUNA?

Saya lebih bangga punya 10 orang yang berani berjuang, daripada 1000 orang oportunis. 

Saya lebih senang punya 100 orang yang mau berdiri di samping saya untuk berjuang bersama PROFAUNA, dibandingkan 500.000 orang yang hanya peduli di atas kertas belaka.

ROSEK NURSAHID
Pendiri PROFAUNA Indonesia